Tuan putri, hari ini Pampam kehilangan salah satu guru pampam. Beliau meninggal pagi tadi. Ketika seseorang yang begitu berarti untuk kita meninggal, ada rasa sedih di dada.

Kadang perasaan sedih itu juga membuat kita tidak tahu harus bagaimana. Pampam coba berdoa, tapi sejujurnya Pampam lebih banyak bertanya: apakah Pampam sudah cukup menunjukkan rasa terima kasih pampam pada beliau?

Pampam tahu jawabnya BELUM. Dan mungkin ini yang bikin Pampam sedih. Pampam belum cukup bilang terima kasih pada beliau.

Tapi kemudian pampam sadar. Pampam masih punya kesempatan bilang terima kasih untuk semua guru luar biasa yang Pampam punya, lewat setiap karya. Pampam akan berkarya sebaik pampam bisa.

Bersedihnya sudah. Saatnya berterima kasih, lewat karya yang lebih baik lagi. Kita berkarya sama-sama ya nona!

Ps: Telah berpulang DR. Septiadi Padmadisastra. Salah seorang guru terbaik yang pernah saya kenal sepanjang masa. Doa terbaik kami sekeluarga, semoga Yang Maha Pengasih memberikan senyuman terbaik-NYA untuk “Daddy” di atas sana

Leave a Reply