“Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bukan solusi, orang tua dan guru belum siap. “

Iya, ya? Tapi kita tidak siap apanya? tidak siap ‘mengajar’ atau tidak siap ‘belajar’? Klo kita (orang tua/guru) belum siap ‘mengajar’ dalam proses Pendidikan Jarak Jauh, mengapa kita tidak sama-sama belajar saja? Bukankah jadinya mungkin lebih menyenangkan? Anak-anak kita jadi melihat bahwa kita (orang tuanya) juga belajar, bukan sekedar meminta apa yang kita sendiri tidak bisa (melakukannya). Karena itu, PJJ mungkin adalah sebuah solusi, agar kita (orang tua/guru) bersedia belajar bersama anak-anak kita sepenuh hati.

“Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) merepotkan, anak-anak bukannya belajar mereka malah main terus!”

Iya ya? Tapi menurut banyak penelitian, bermain adalah proses belajar sekaligus aktivitas yang sangat penting untuk kesehatan mental, fisik, serta pengembangan kemampuan cognitif anak-anak (juga kita yang sudah dewasa). Bahkan PBB mengakui bermain sebagai “HAK” anak-anak kita (definisi anak-anak adalah s/d 18 tahun). Karena itu, mungkin PJJ ini adalah kesempatan terbaik untuk anak-anak kita mendapatkan HAK “bermain” yang selama ini terlupakan. Bukankah hak anak jadi kewajiban kita? Yang dibutuhkan mungkin hanya kerelaan kita untuk melihat proses bermain sebagai proses belajar yang menyenangkan.

Ref:
1. https://www.unicef.org/child-rights-convention
2. https://www.unicef.org/sites/default/files/2018-12/UNICEF-Lego-Foundation-Learning-through-Play.pdf
3. The Power of Play https://www.childrensmuseums.org/images/MCMResearchSummary.pdf

“Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) gak efektif, anak-anak malah makin malas dan tidak bersemangat belajar. Habis absen langsung tidur!”

Iya ya? Klo di sekolah mereka lebih semangat ya? Mungkin mereka lebih semangat karena di sekolah mereka punya teman belajar. Pertanyaannya sekarang, klo di rumah apakah mereka punya teman belajar? atau mereka hanya punya ‘penyuruh belajar’? Mungkin PJJ ini sebenarnya efektif, untuk mengingatkan kita (orang tua), bahwa semangat belajar harus ditumbuhkan – bukan dipaksakan dan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Kadang kita juga lupa, bahwa kesempatan untuk kita belajar bersama anak-anak kita sesungguhnya sangat berharga dan tidak lama. Untuk itu, kenapa kita sia-siakan begitu saja?

Leave a Reply