Tiap kali mengajak orang dewasa bermain sebuah game, umumnya mereka ingin paham dulu semua peraturan sebelum mau mencoba bermain. Padahal ketika mau mencoba, pemahaman akan datang dengan sendirinya, dan dalam prosesnya juga ada banyak bahagia yang mungkin bisa didapatkan.

Ingin paham dan ingin dipahami (orang lain paham apa yang kita mau) kadang jadi semacam syarat untuk kita mau melakukan banyak hal, juga untuk kita bahagia.

Sayangnya kadang kita lebih ingin dipahami daripada coba memahami. Atasan ingin dipahami bawahannya dulu baru mau melakukan tugasnya lebih baik (bahagia jadi atasan). Guru ingin dipahami muridnya dulu baru mau mengajar dengan baik (bahagia jadi guru) . Orang tua ingin dipahami anaknya dulu baru mau melakukan kewajibannya memberi contoh yang baik (bahagia jadi orang tua).Suami ingin dipahami istrinya dulu baru melakukan tugasnya lebih baik (bahagia jadi suami).

Kita lupa, kita selalu punya pilihan melakukan banyak hal sebaik kita bisa dan merasa bahagia bahkan ketika tidak ada orang yang memahami kita.

Kita juga lupa bahwa ketidak pahaman kita mungkin adalah ruang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu adalah landasan untuk belajar banyak hal baru. Belajar banyak hal baru mungkin adalah sumber kebahagiaan yang paling seru.

Kita tidak perlu paham banyak hal untuk bahagia. Kita mungkin hanya perlu paham bahwa belajar memahami (apapun/siapapun) adalah sumber bahagia yang tidak ada habisnya, karena tidak mungkin kita bisa memahami semuanya.

Leave a Reply