Saya percaya bahwa setiap anak terlahir dengan kemampuan istimewa untuk bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada di jamannya.

Kita juga sama. Terlahir untuk menyelesaikan tantangan dan masalah di masa kita. Sayangnya, kita kadang memilih mewariskan berbagai masalah pada anak-anak kita.

Lebih parah lagi, kita yang tidak mampu menyelesaikan masalah kemudian merasa lebih mampu, lebih suka menggurui mereka (anak-anak kita) yang sebenarnya mungkin akan lebih mampu dari kita.

Kita kemudian merasa berhak menjejali anak-anak kita pemahaman yang kita punya, yang notabene tidak berhasil memecahkan masalah yang ada. Kita juga enggan untuk belajar hal baru, menerima perubahan sebagai sebuah keniscayaan. Hingga akhirnya anak-anak kita tidak bisa tumbuh dalam kapasitas terbaiknya.

Ada baiknya kita saling mengingatkan bahwa tugas kita mungkin bukan menggurui anak-anak kita, tugas kita sesungguhnya untuk saling berguru. Membersamai anak-anak kita untuk merayakan proses belajar yang merdeka, dengan gembira, dan penuh sukacita.

Leave a Reply