Mampukah Game Indonesia Bersaing Dengan PUBG?

“Mas Prof Game pendapatmu soal berita ini bagaimana?” Tanya seorang rekan setengah bercanda.

“Saya pikir ide baik hadirkan sekolah kejuruan game. Tapi klo motivasinya hanya sekedar untuk bisa hadirkan game yang bisa saingan dengan PUBG, mobile legend, dll sepertinya sayang. Kenapa kita tidak bangun sekolah kejuruan game dengan fokus mengembangan game untuk mendukung pendidikan dasar dan menengah, atau bahkan institut khusus yang mengembangkan pembelajaran berbasis game (Indonesia #GameBasedLearning Institute) dengan fokus sosialisasi pemanfaatan game untuk pendidikan secara luas. Harusnya ini bisa terwujud karena ludenara.org sudah memulainya” Jawab saya.

“Selain game untuk pendidikan dasar dan menengah,
kita juga bisa kembangkan sekolah kejuruan game yang langsung bisa berkontribusi luas, misalkan sekolah kejuruan game untuk promosi pariwisata (di Bali, Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Magelang), sekolah kejuruan game untuk kesehatan (di Bandung dan Depok), sekolah kejuruan game untuk promosi lingkungan hidup (di Bali, Kupang, Jakarta).” Lanjut saya dengan semangat.

“Bisa ya mas? Tapi itu khan butuh waktu, klo solusi singkat untuk menyaingi PUBG bagaimana?” Tanya rekan saya dengan muka lebih serius.

“Kenapa kita tidak coba dorong berbagai game yang kita miliki, misal kenapa kita tidak dorong bentuk Liga Boardgame Indonesia (bersama boardgame.id), Liga Mobile Game Indonesia, atau Liga Game Tradisional Indonesia?” Jawab saya.

“Bahkan kenapa tidak kita buat Kompetisi Board Game Design Indonesia untuk Guru & keluarga. Kita tidak hanya memotivasi untuk mengkonsumsi game, tapi juga mendesain dan mengembangkan game. Kita bisa meminta peserta kemudian semua membuat game tentang pariwisata Indonesia, atau tentang nilai Pancasila, atau tentang berbagai warisan budaya kita. Kemudian dari game yang dihasilkan bisa pasarkan di area wisata, bandara, stasiun, bahkan jadi souvernir resmi Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Ekraf, Kementerian Luar Negeri dan hadir di setiap kedutaan (untuk acara bermain bersama mengenal Indonesia).” Lanjut saya.

“Emang bisa mas?” Tanyanya lagi.

“Bisa! Kita bisa mencobanya dengan gembira!” Jawab saya sepenuh hati.

Leave a Reply