Salah satu tantangan di corporate learning juga perguruan tinggi adalah perbedaan budaya serta kemampuan (belajar) dari setiap karyawan/mahasiswa yang terlibat. Bukan hanya itu, sebagian juga menghadapi perbedaan generasi (generation gap) antara dosen/pemateri/trainer dan peserta. Ditambah dengan kondisi saat ini yang serba tidak menentu, serta ‘transmigrasi digital’ yang terpaksa dilakukan, tantangan yang kita hadapi menjadi semakin besar.

Cultural differences in teaching and learning” adalah salah satu paper dari Prof. Gerard Hendrik (Geert) Hofstede. Dipublikasikan pada tahun 1986 kontennya masih sangat relevan untuk memberikan petunjuk bagaimana kita bisa menyikapi berbagai tantangan di atas.

Dari beberapa riset yang sedang kami kembangkan di Kummara, kami melihat potensi game dan pendekatan game-based learing (juga Gamification) untuk menjadi jembatan dari berbagai Cultural Differences (juga generation gap) yang mungkin ada. Sehingga cultural different yang ada bukan jadi penghambat proses belajar – malah sebaliknya, akan memperkaya.

Jika ini bisa kita wujudkan bersama, kita mungkin bisa hadirkan sebuah proses corporate learning juga pendidikan tinggi yang efektif. Bahkan mungkin kita bisa perluas, untuk mentransformasi berbagai proses pembelajaran yang ada di Indonesia agar lebih baik lagi

Leave a Reply