“Ini lagi rame #workfromhome. Kummara Group khan terkenal karena katanya tiap tahun semua boleh gak ke kantor 4-8 minggu. Ini beneran mas?”

“Iya. Kebetulan setiap tahun kami punya ‘winter time’, umumnya 4-8 minggu, di mana semua tim bisa bekerja di luar kantor. Esensinya untuk semua bisa belajar disiplin berkarya baik dimanapun berada. Winter time dihadirkan sejak awal Kummara berdiri dan telah jadi bagian dari budaya kami.”

“Jadi waktu semua masih heboh belajar work from home, tim Kummara pastinya sudah siap donk?”

“Winter Time tahunan kami adalah ajang latihan. Semua sudah diperhitungkan dan dipersiapkan. Kebiasaan remote working ketika winter time sangat bermanfaat, tapi beberapa minggu ini sudah bukan latihan lagi. Winter is coming! Kita menghadapi krisis global yang tidak pernah dialami sebelumnya. Tuntutan untuk bisa work from home hanyalah sebuah permulaan dari badai perubahan yang akan menerjang. Bagi saya pribadi, satu bulan terakhir sangat berat – dan saya sadar akan semakin berat, sebelum kemudian membaik.”

“Mas, bukannya seorang pemimpin harus menunjukan optimisme. Kok mas bilang berat dan kesannya jadi pesimis sih?”

Sama seperti kita main game, menyadari dan mengakui ada tantangan yang berat di depan, bukan berarti kita kemudian akan menyerah. Malah dengan mengakui ada tantangan yang berat, seorang pemain/pemimpin yang baik akan lebih bersemangat. Ia akan lebih kritis melihat semua solusi, tidak gelap mata, tidak mudah putus asa. Saya sedang belajar melakukan itu semua.

Terus apa yang akan Kummara lakukan di saat sulit ini?

“Kummara Group saat ini terdiri dari 5 divisi (Kummara.com, monkeymelody.com , boardgame.id, manikmaya.com, ludenara.org) yang sedang tumbuh. Kami akan melakukan apa yang biasa kami lakukan, bermain sebaik-baiknya, harus lebih baik bahkan! Kami akan coba lakukan segala apa yang kami bisa untuk bantu Indonesia menghadapi tantangan ini. Kami sadar ada kemungkinan semua akan semakin memburuk, sebelum membaik. Tapi jika kami bisa melakukan yang terbaik, menghadirkan banyak karya baik, di tengah kondisi paling buruk – bayangkan apa yang bisa kami lakukan ketika semua membaik.”

1 comment

Leave a Reply