“Pampam aku ingin makaroni!”

“Ok! Pampam bikinin ya!”

Bersiul, bernyanyi, semangat 45 menyiapkan semuanya. Semua sudah siap, tinggal dimasukkan ke panggangan. Terbayang tuan putri yang gembira, kemudian lari memeluk Pampamnya yang sudah menyiapkan makaroni panggang terbaik di dunia. Senyum sendiri membayangkan semuanya.

Tiba-tiba ….

“Pampam aku gak pengen makaroni panggang! Makaroni polos pake keju aja. Masih ada sisa khan makaroninya?”

“Oh…ada kok say!”

Pagi ini, saya diingatkan kalau patah hati itu ternyata ada banyak sebabnya. Client brief yang tidak clear mungkin adalah salah satunya.

Leave a Reply