Bingung dan Sedih, Sinyal Semesta Untuk Bermain Bersama

“Pampam kenapa?” Tanya tuan putri pagi itu ketika melihat saya duduk termenung lama.

“Pampam sedang berpikir sayang, tapi malah jadi makin bingung.” Jawab saya jujur.

“Bingung kenapa pam?”

“Banyak yang pampam pikirkan sayang. Pampam ingin bantu banyak orang tapi tidak tahu bantunya bagaimana. Kita beruntung punya cukup makanan, banyak yang tidak punya makanan di rumahnya. Soalnya banyak yang jualannya jadi sepi dan tidak bisa dapat uang. Kamu tahu khan pampam pengen cilok, tapi kakek penjual cilok langganan kita sudah tidak jualan – beliau mungkin tidak punya uang dan Pampam tidak tahu kakek tinggal di mana. Pampam juga tidak tahu sampai kapan kita harus terus di rumah, padahal banyak yang harus pampam selesaikan. Pampam juga memikirkan Mbah, Nenek, Wawa, Om, Ateu, juga teman-teman kita semua. Karena banyak yang dipikirkan, Pampam jadi bingung. Kadang saking bingungnya, jadi sedih.” Saya coba menjelaskan semua yang ada di benak saya.

“Ohh gitu. Teteh juga sering bingung dan sedih klo gak tau mau main apa. Tapi akhirnya main aja yang ada. Pampam juga ya! Bingung boleh, sedih juga boleh. Tapi jangan lama-lama, kita khan harus main sama -sama. Ciloknya kita bikin aja. Tapi abis makan cilok Pampam jangan lupa makan ya! Pampam makan dan tidurnya telat melulu! Pampam harus sehat!”

Saya mengangguk, tersenyum, dan memeluk tuan putri dengan penuh rasa terima kasih yang tak terhingga.

Saat itu, kebingungan yang saya rasakan mungkin adalah bentuk keengganan saya menerima perubahan. Padahal perubahan selalu akan terjadi, tidak peduli kita siap, pura-pura siap, atau tidak siap sama sekali.

Dan Kiriya benar. Merasa bingung, sedih, khawatir adalah manusiawi. Apapun posisi kita, baik sebagai pribadi, ayah/ibu, suami/istri, atau sebagai seorang pemimpin, kita tetaplah manusia yang punya hak untuk merasakan itu semua. Tapi juga menjadi kewajiban kita untuk terus bermain. Memainkan segala peran sambil menjaga setiap kepercayaan yang telah diberikan. Memperbaiki diri sambil terus belajar lebih baik lagi.

Bingung, sedih, mungkin adalah sinyal semesta untuk kita bermain bersama, untuk coba berbagi manfaat sebaik kita bisa, di setiap kesempatan yang kita punya. Agar kelak kita berhak pamit dengan bangga

Leave a Reply